AKBP Faisal: Kunci Kamtibmas di Rembang Ada pada Komunikasi dan Sinergi

REMBANG – Tribratanews.jateng.polri.go.id, Kapolres Rembang AKBP Mohammad Faisal Pratama menegaskan komitmennya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap kondusif di Kabupaten Rembang. Menurutnya, langkah pencegahan menjadi kunci utama agar potensi konflik sosial tidak berkembang.

Hal itu disampaikan Faisal saat berbincang terkait tantangan menjaga keamanan di Rembang yang dikenal memiliki masyarakat heterogen. Ia menyebut keberagaman latar belakang warga, mulai dari petani, nelayan, hingga masyarakat pegunungan dan pesisir, menjadi dinamika tersendiri dalam menjaga stabilitas daerah.

“Bagi kami, yang terpenting adalah bagaimana kondusivitas itu tetap berjalan sebagaimana mestinya. Kondusif berarti situasi yang adem, ayem, tentrem. Itu yang menjadi harapan bersama,” ujar Faisal.

Menurutnya, Polres Rembang mengedepankan langkah adaptif dan proaktif. Pendekatan proaktif dilakukan melalui pencegahan sebelum persoalan muncul dan berkembang menjadi konflik sosial.

“Pencegahan sebelum masalah terjadi itu penting. Ini membutuhkan peran serta semua pihak. Jangan sampai ada komunikasi yang terputus,” tegasnya.

Faisal mengibaratkan peran kepolisian sebagai jembatan. Artinya, polisi harus mampu mendengar dan menjadi penghubung antara keresahan masyarakat dengan kebijakan pemerintah daerah.

“Kalau kita ibaratkan jembatan, maka harus bisa dilalui kedua sisi. Kami menjembatani aspirasi masyarakat dan kemampuan pemerintah daerah dalam menjawab persoalan yang ada,” jelasnya.

Selain membangun komunikasi eksternal dengan masyarakat dan tokoh-tokoh daerah, Faisal juga menekankan pentingnya komunikasi internal di tubuh kepolisian. Ia mengaku rutin berdialog dengan anggota untuk mengetahui dinamika dan kendala di lapangan.

“Kami tidak hanya menerima masukan dari masyarakat, tapi juga dari anggota. Mereka menghadapi kesulitan apa, kendala apa, sehingga perintah pimpinan bisa atau tidak berjalan maksimal. Itu juga harus kami evaluasi,” ungkapnya.

Menurutnya, informasi dari eksternal dan internal menjadi indikator untuk mengukur apakah tugas menjaga kondusivitas sudah berjalan optimal atau belum. Jika ditemukan kendala, baik dari dalam maupun luar institusi, pihaknya akan mencari solusi bersama.

Faisal menegaskan, pendekatan humanis tetap menjadi prinsip utama dalam pelaksanaan tugas. Namun, sikap humanis itu tetap dibarengi dengan ketegasan dalam penegakan hukum.

“Intinya komunikasi. Kalau komunikasi berjalan baik, baik secara internal maupun eksternal, maka upaya menjaga kamtibmas bisa maksimal. Harapannya tentu Rembang tetap menjadi daerah yang aman dan kondusif,” pungkasnya.

HUMAS POLRES REMBANG

Exit mobile version