Sosialisasi Larangan Knalpot Tidak Sesuai Dengan Spesifikasi Teknis, Anggota Polsek Bulu Sambangi Bengkel Motor

Rembang – Tribratanews.jateng.polri.go.id, Polres Rembang menggencarkan sosialisasi larangan penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis, dengan mengerahkan personel hingga jajaran Polsek untuk menyambangi bengkel motor.

Seperti dilakukan personil Polsek Bulu Polres Rembang yang melaksanakan sosialisasi larangan penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis dengan membagikan brosur dan stiker himbauan larangan penggunaan knalpot tidak standar di Bengkel Saudara Johan, Mantingan, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang. Minggu (04/02/24).

Kapolres Rembang AKBP Suryadi,S.I.K., M.H. , melalui Kapolsek Bulu Iptu Taat Ujianto , mengatakan bahwa pihaknya melaksanakan sosialisasi dan edukasi kepada warga masyarakat untuk memahami larangan penggunaan knalpot tidak standar serta pentingnya kendaraan yang laik jalan.

“Tujuannya adalah agar pemilik bengkel dan karyawan memahami dan mengetahui larangan tersebut sehingga tidak menjual dan melayani konsumen / pengguna knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis sehingga dapat mewujudkan keamanan dan kenyamanan dalam berkendara serta mewujudkan Rembang zero knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis”, ungkap Kapolsek Bulu
.
Untuk diketahui, knalpot diatur dalam Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 7 Tahun 2009. Didalamnya disebutkan bahwa motor berkubikasi 80-175 cc, tingkat maksimal kebisingan 80 dB, dan untuk motor di atas 175 cc maksimal bising 83 dB.

Kemudian untuk menindak pengendara dengan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis, Kepolisian dapat mengacu pada Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan, Pasal 285 ayat (1) mengatur tentang persyaratan teknis dan laik jalan di jalan yang tidak memenuhi standar. Dalam ketentuan tersebut salah satunya adalah larangan penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis.
(Humas Polres Rembang)