Breaking News

Personel Polres Rembang Pemegang Senpi Wajib Ikuti Test Psikologi

Tribratanews.rembang.jateng.polri.go.id, Rembang – Sebanyak 106 anggota Polisi di jajaran Polres Rembang dan 9 anggota Polres Pati, Kamis pagi (06/12/2018) mengikuti tes Psikologi kepemilikan senjata api (senpi) yang digelar di Polres setempat .

Tes psikologi penggunaan senjata api yang digunakan saat bertugas oleh setiap kesatuan ini, berlangsung di ruangan kelas Sekolah Menengah Atas Negeri (SMA N 2 ) Rembang .

Adapun anggota yang menjalani tes ini, adalah anggota Polres Rembang dan Polsek jajaran Polres Rembang . Mereka menjalani berbagai tes dalam Lembar Monitoring Perilaku Anggota, dengan berbagai kategori soal yang diberikan.

Tes ini kami lakukan agar senjata api yang mereka pegang digunakan sebagaimana mestinya, sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya, ini dilakukan agar pengawasan tes psikologi lebih teliti lagi, kata Kapolres Rembang melalui Kepala Bagian Sumber Daya Komisaris Polisi Riwayat S .

Menurutnya, tes psikologi kepemilikan senjata api itu biasa dilakukan setiap tahun. “Mereka yang mengikuti tes kali ini yang sudah habis masa kepemilikannya, sehingga perlu memperpanjang lagi dengan mengikuti tes psikologi seperti ini,” katanya.

Tes ini digelar oleh Bagian Sumber Daya Manusia (Sumda) Polres Rembang bersama Bagian Psikologi Polda Jawa Tengah.

Kompol Riwayat mengemukakan, tes psikologi sebagai kontrol dalam mengetahui layak atau tidak seorang anggota Polri memegang senjata api. Sebab, tidak semua anggota yang sudah mengikuti tes psikologi dan lulus berhak memegang senjata api.

Namun, juga ditentukan dari hasil penilaian mental kepribadian dan emosi sehari-hari. Enam Bulan Tes psikologi tersebut rutin dilakukan enam bulan sekali untuk mengetahui kondisi kejiwaan, sekaligus kemampuan anggota Polri,” paparnya.

Ditambahkan, dalam Peraturan Kapolri Nomor 4 Tahun 2007, anggota Polri yang memegang senjata api, sesuai dengan hasil psikotes harus memiliki kriteria meliputi penyesuaian dan penguasaan diri, pengendalian emosi, serta daya tahan pikiran dan stres atau kematangan mental.

Diharapkan dengan kriteria itu, anggota Polri yang memegang senjata api dapat mengontrol emosi, sehingga tidak cepat mengambil keputusan menggunakannya.

 

Lihat juga artikel berikut