Breaking News

Tahanan di Rutan Kelas IIB Rembang Meninggal, Keluarga Minta Otopsi

 

Tribratanews.rembang.jateng.polri.go.id/ Rembang – Seorang tahanan Pengadilan Negeri Rembang yang dititipkan di Rutan kelas IIB Rembang  meninggal dunia di RSUD dr R Soetrasno, Jumat (27/4/2018) pagi.

Tahanan bernama Edo Darmanto menghembuskan nafas terakhir setelah dirawat di rumah sakit daerah sejak Sabtu 21 April lalu.

Lajang berusia 27 tahun ini dibawa ke rumah sakit karena koma. Kepada pihak keluarga, pihak Rutan mengabarkan bahwa ada bekas jeratan di leher Edo.

Piping Sunarwan, ayah Edo, warga Desa Jambu Kecamatan Kayen Kidul Kabupaten Kediri Jawa Timur mengaku langsung meluncur ke RSUD Rembang begitu mendapat kabar soal anaknya.

Anak pertamanya itu terlibat kecelakaan di Jalur Pantura Clangapan Rembang pada 25 Oktober 2017.

Truk Edo diparkir di tepi jalan, tapi ditabrak dari belakang oleh kendaraan lain, sehingga jadi perkara.

Karena  ada yang tidak wajar dari kematian anak kami, maka ketika polisi akan melakukan otopsi, kami mempersilakan, ungkapnya.

Apalagi, sebelumnya Edo pernah mengadu kepada orang tuanya, kalau dipukuli di ruang tahanan.

Kepala Rutan Kelas IIB Rembang, Ruspriyatno mengatakan, sebelum dibawa ke rumah sakit, Edo melakukan percobaan bunuh diri.

Diduga, yang bersangkutan mengalami depresi setelah ditahan karena terlibat kasus kecelakaan lalu lintas, katanya.

Apalagi, menurut Ruspriyatno, sejak ditahan polisi, lalu menjalani proses peradilan di Pengadilan Negeri Rembang, hingga dititipkan ke Rutan, keluarga tidak pernah datang membesuk.

Namun, ia membenarkan, sejak ditahan di Rutan, Edo pernah berkomunikasi via telepon dengan keluarganya.

Sebelum disebutkan melakukan percobaan bunuh diri, Edo berada dalam sel tahanan besar dengan kapasitas 25 orang.

Tentang kabar bahwa Edo pernah mengadu kepada orang tuanya kalau dipukuli di ruang tahanan, menurut Ruspriyatno, bisa saja itu modus agar bapak-ibunya datang menjenguk.

Setelah saya konfirmasi kembali, karena tahanan nggak pernah dibesuk, bisa saja itu modus (agar dibesuk),katanya.

Sementara itu, Endang Purwanto, ibu Edo menambahkan, jika dari hasil otopsi, ternyata Edo meninggal karena sebab lain yakni kekerasan, maka keluarga akan menuntut keadilan.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Rembang AKP Kurniawan Daeli menyatakan, hasil otopsi tidak bisa disampaikan serta merta.

Hasilnya nggak bisa langsung.  Menunggu waktu, bahkan hingga seminggu, katanya.

Ia juga menyatakan, polisi akan menjadikan keterangan keluarga yang menyebut Edo dipukuli di ruang tahanan, sebagai petunjuk untuk dilakukan penyelidikan.

Itu petunjuk. Akan kami kembangkan. Kan nggak bisa sepihak, katanya.

 

Lihat juga artikel berikut