Breaking News

Prediksi Macet Selama Syawalan, Polisi Rembang Rekayasa Jalur Lalu Lintas

Tribratanews.rembang.jateng.polri.go.id, Polres Rembang – Lalu lintas kendaraan di jalur pantura, tepatnya di sekitar Objek Wisata Taman Rekreasi Pantai Kartini, Rembang diprediksi mengalami kemacetan selama Tradisi Syawalan.

Tradisi Syawalan yang ada di Kabupaten Rembang yakni berupa acara Larung Sesaji, Sedekah Laut Desa Tasikagung dan budaya masyarakat mengunjungi Taman Rekreasi Pantai Kartini, sepekan setelah Hari Raya Idulfitri tersebut membuat Jalur Pantura tersendat.

Acara Syawalan sendiri secara resmi dibuka oleh Pemerintah Kabupaten Rembang pada Selasa (11/6/2019) kemarin, namun puncak acaranya pada 12-13 Juni 2019.

Kepala Bagian Operasional (Kabagops) pada Polres Rembang Kompol Yohan Setiajid menyatakan, rute iring-iringan acara larung kali ini berbeda dengan tahun lalu.

“Rute iring-iringan larung sesaji pada tahun 2018 lalu, yang hanya sampai di depan Kantor Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Rembang, kemudian belok ke utara dianggap terlalu pendek, jadi tahun ini diperpanjang.

Yaitu dimulai dari Desa Tasikagung, Jalan Diponegoro, Jalan Sudirman, hingga ke Alun-alun Kota, dan kembali Ke Desa Tasikagung,” ungkapnya.

Yohan mengungkapkan, pihak Kepolisian Polres Rembang telah menyiapkan 75 personel gabungan yang terdiri dari Satlantas, Polsek Rembang, dan personel dari Polres untuk mengamankan kegiatan selama syawalan.

Ia menambahkan dengan rute tersebut, maka pihak kepolisian membuat rekayasa jalur lalu lintas. Untuk kendaraan yang melewati Jalur Pantura dari arah timur (Surabaya) dilewatkan SMP Negeri 3 Rembang ke selatan, perempatan Jaini, sampai Jembatan Karanggeneng.

“Sedangkan dari arah barat (Semarang) kendaraan dialihkan dari Perempatan Pentungan ke selatan sampai Perempatan Galonan. Rekayasa Lalu Lintas tersebut berlaku untuk kendaraan roda empat atau lebih, mulai pukul 09.00-12.00 waktu setempat,” jelasnya.

Yohan berpesan agar masyarakat tetap berhati-hati selama berkendara. Selain itu, masyarakat pun diminta parkir di tempat yang sudah disediakan dan berhati-hati untuk mengamankan barang bawaannya yang berharga.

“Khusus pengunjung dari luar kota, supaya tidak menggunakan kendaraan bak terbuka untuk mengangkut manusia. Karena bahaya,” tegasnya.

Berdasarkan pantauan mataairradio, sejauh ini kondisi lalu lintas khususnya di Wilayah Kota Rembang masih tampak ramai lancar.

Lihat juga artikel berikut