Breaking News

Sehari Jelang Puasa Ramadhan Sat Intelkam Polres Rembang Monitoring Harga Sembako di Pasar

Tribratanews.rembang.jateng.polri.go.id, Polres Rembang – Guna mengetahui perkembangan harga sembako di pasaran sehari jelang puasa Ramadhan 1440 H, anggota Sat Intelkam Polres Rembang rutin melakukan monitoring perkembangan harga sembako di toko – toko maupun pasar tradisional kota Rembang, Minggu (5/5/2019).

Berdasarkan hasil monitoring yang didapat dari para pedengang sembako, secara umum masih harga masih stabil dan stok sembako masih tercukupi. Tetapi ada beberapa kebutuhan pokok mengalami kenaikan diantaranya adalah harga ayam potong Rp 30.000,- naik Rp 2000 menjadi Rp 32.000,-, ayam kampung Rp 70.000,- naik Rp 10.000 menjadi Rp 80.000,-, cabe merah besar Rp 25.000,- naik Rp 5000 menjadi Rp 30.000,-,cabe merah keriting Rp 12.000,- naik Rp 8000 menjadi Rp 20.000,-, cabe rawit Rp 7.000,- naik Rp 1000 menjadi Rp 8.000,-, cabe hijau Rp 9.000,- naik Rp 3000 menjadi Rp 12.000,-, telur Rp 21.000,- naik Rp 3000 menjadi Rp 24.000,-,bawang putih Rp 33.000,- naik Rp 17000 menjadi Rp 50.000,- dan bawang putih kating Rp 50.000,- naik Rp 30.000 menjadi Rp 80.000,-.

Sedangkan harga yang mengalami penurunan adalah tomat Rp 12.000,- turun Rp 4000 menjadi Rp 8.000,-, wortel Rp 12.000,- turun Rp 1000 menjadi Rp 11.000,-, kentang Rp 13.000,- turun Rp 1000 menjadi Rp 12.000,- dan bawang merah Rp 40.000,- turun Rp 10.000 menjadi Rp 30.000,-.

Kasat Intelkam Polres Rembang AKP Giyanto mengatakan kegiatan pemantauan harga komunitas sembako ini dilakukan untuk menyerap aspirasi yang berkembang di masyarakat dalam rangka deteksi dini agar harga bahan pokok tidak melonjak naik secara drastis dengan menjaga pasokan dari pasar , demi terwujudnya ketahanan pangan nasional jelang puasa Ramadhan 1440 H.

Berkaitan dengan hal tersebut, Giyanto memerintahkan anggotanya untuk melakukan pengawasan terhadap harga pasar di Pasar tradisional kota Rembang.

Sampai saat ini harga sembako di stook maupun pasar tradisional Rembang masih tetap stabil, namun pengawasan dan pemantauan tetap kami lakukan imbuh AKP Giyanto.

 

Lihat juga artikel berikut