Breaking News

Teror Pembakaran Kendaraan, Kapolres Rembang Beberkan Upaya Mengantisipasi Kejadian

Tribratanews.rembang.jateng.polri.go.id, Polres Rembang – Teror pembakaran kendaraan yang marak terjadi di sejumlah daerah, membuat jajaran Polres Rembang gerak cepat melakukan upaya antisipasi.

Kapolres Rembang Polda Jateng, AKBP Pungky Bhuana Santoso, selasa (12/2/2019) menyatakan cara pertama yang ditempuh yakni menggeser jam patroli Blue Light Patrol atau mobil polisi berpatroli dengan lampu rotator warna biru. Biasanya diadakan antara pukul 23.00 sampai dengan 02.00 dini hari, sekarang dialihkan dari pukul 01.00 hingga 04.00 pagi dini hari, lantaran dianggap jam rawan.

Dengan lampu warna biru yang terlihat dari kejauhan, diharapkan membuat para pelaku berpikir ulang ketika akan melakukan aksinya. Tidak sebatas pelaku teror pembakaran kendaraan, tetapi juga pelaku kejahatan lain. Kebetulan pihak Kodim Rembang juga ikut membackup patroli aparat kepolisian, dengan cara memerintahkan anggota Koramil bekerja sama aparat Polsek setempat.

Kami prioritaskan jalur – jalur rawan. dengan adanya lampu biru cemlorot kelihatan dari kejauhan, orang yang mau melakukan aksi kejahatan, mikir – mikir lah. Kita kolaborasi dengan Kodim 0720/ Rembang, karena anggota Polres Rembang terbatas. Nggak mungkin mampu menjangkau seluruh wilayah, ujarnya.

Selain menggiatkan jam patroli, AKBP Pungky menambahkan pihaknya akan menghidupkan kegiatan sistem keamanan keliling (Siskamling). Ada pos – pos yang akan didatangi, kemudian hasilnya dilaporkan ke Polda Jawa Tengah. Lalu apakah sudah ada kasus pembakaran kendaraan di wilayah Kabupaten Rembang? Menurut Pungky, sejauh ini belum ada dan situasi keamanan tergolong cukup kondusif.

Kita inggak hanya ikut Siskamling, tapi ya bawa kopi sama kacang goreng misalnya, cangkrukan bareng. Singgah dari pos satu ke pos lainnya. Alhamdulilah Kabupaten Rembang masih aman, ini mungkin buah masyarakat menjaga lingkungannya. Semoga kasus pembakaran kendaraan, nggak menjalar ke Rembang,  kata Kapolres.

Sebelumnya, teror kasus pembakaran kendaraan sudah 17 kali di Kota Semarang, 8 kali di Kabupaten Kendal, sekali di Kabupaten Semarang dan sekali di Kabupaten Grobogan. Hingga saat ini polisi belum menangkap pelaku dan membongkar apa motifnya. Hanya saja kalau melihat serangkaian peristiwa tersebut, diduga pelaku merupakan orang yang terlatih.

 

Lihat juga artikel berikut