Breaking News

Kasus Skimming Marak, Polres Rembang Giatkan Patroli Dan Berikan Tips Aman

Tribratanews.rembang.jateng.polri.go.id/ Rembang – Polres Rembang dan Polsek Rembang Kota mengintensifkan patroli ke lokasi anjungan tunai mandiri (ATM), menyusul belakangan ini marak pembobolan uang ATM dengan modus skimming atau pencurian data nasabah.

Kapolres Rembang melalui Kapolsek Rembang Kota, AKP Haryanto menjelaskan di wilayah Rembang Kota kebetulan banyak sekali mesin ATM, sehingga harus diimbangi patroli rutin.

Begitu tiba di bank, pihaknya berkoordinasi dengan perwakilan petugas bank, agar keamanan ditingkatkan dan kamera pengintai CCTV selalu aktif. Ia mencontohkan dulu pernah ada kasus pembobolan uang ATM milik nasabah di Rembang, dengan modus mesin diganjal korek api. Maka perlu ada pengecekan berkala, sehingga mesin ATM steril dari kemungkinan disusupi pelaku kejahatan.

Kami intens koordinasi dengan manajemen bank, untuk meningkatkan keamanan di dalam mesin ATM. Mulai pengecekan CCTV nya aktif nggak, kemudian mesinnya dipasangi alat – alat yang mencurigakan tidak. Dulu pernah ada kasus ATM diganjal pakai korek api, kemudian pelaku pura – pura menolong. Padahal tujuannya, untuk mengalirkan uang nasabah ke rekening lain. Muda – mudahan setelah diperketat, kasus serupa nggak terjadi lagi, “ jelasnya.

AKP Haryanto menambahkan khusus pembobolan uang ATM dengan modus skimming, sejauh ini belum terjadi di wilayah Rembang. Meski demikian pihaknya mengimbau masyarakat ketika ingin mengambil uang di mesin ATM, usahakan mencari lokasi di bank yang dijaga petugas Satpam. Jika ada kendala, nasabah dapat meminta tolong Satpam. Kemudian selalu menutupi memakai tangan, saat memencet nomor PIN, agar tidak diketahui orang lain. Selain itu, hindarilah pengambilan uang di ATM yang suasananya sepi, karena bisa saja pelaku mengincar titik – titik sepi.

Kami himbau warga cari lokasi mesin ATM yang ramai dan ada petugas Satpamnya. Jangan ambil ke lokasi yang sepi, karena kalau muncul kendala, pelaku biasanya pura – pura siaga di tempat itu, ingin menolong. Padahal ujung – ujungnya mengirimkan uang nasabah ke rekening komplotan. Lha kalau sepi, pelaku cenderung lebih berani,  imbuhnya.

 

Lihat juga artikel berikut