Breaking News

Polsek Sedan Polres Rembang Amankan Oknum Kades , Tembakkan Air Soft Gun di Arena Dangdut

Tribratanewsrembang.com , Polres Rembang – Seorang oknum kepala desa Terjan kecamatan Kragan, berinisial NK diamankan aparat kepolisian, karena diduga bertindak arogan menyalahgunakan senjata jenis air soft gun saat berlangsung pentas dangdut di desa Dadapan kecamatan Sedan, Rabu malam (30/08).

Aalnya  NK menyaksikan pentas dangdut di desa Dadapan. Kegiatan tersebut diadakan oleh kelompok pemuda desa setempat.

Kepala Desa Dadapan kecamatan Sedan, Zuber Utsman menjelaskan dari hasil keterangan perangkat desa yang berada di TKP, ketika tengah malam panitia menghentikan pentas dangdut. Alasannya selain turun hujan, penonton juga sudah sepi. Tapi oknum Kades Terjan, NK marah – marah dan meminta dangdutan tetap dilanjutkan. NK bahkan terlibat adu argumen dengan panitia dangdut, kemudian menembakkan senjata air soft gun keatas sebanyak 2 kali. Polisi yang siaga di lokasi berusaha mengamankan NK, namun yang bersangkutan sempat kabur. NK akhirnya dapat ditangkap. Sedangkan senjata air soft gun dibuang ke dalam sumur.

Saat itu saya dihubungi oleh perangkat desa Dadapan, memberitahu telah terjadi insiden di tengah – tengah pentas dangdut. Pihak desa membantu polisi melakukan pencarian barang bukti air soft gun, sekira 1,5 jam kemudian dapat ditemukan pada kedalaman air sumur 1 meter. Selanjutnya air soft gun tersebut dibawa anggota Polsek Sedan Polres Rembang, termasuk NK tampak dikawal masuk ke dalam mobil dinas Polsek Sedan ,  kata Zuber, Kamis siang (31 Agustus 2017).

Kapolsek Sedan Polres Rembang, AKP Joko Purnomo menjelaskan pihaknya melakukan pemeriksaan awal kepada NK. Dugaan sementara, NK kala menembakkan air soft gun masih dalam pengaruh minuman beralkohol. Terkait legalitas air soft gun, menurutnya sudah mengantongi izin dari Sat Intel Polda Jawa Tengah. Hanya saja NK diduga menyalahgunakan senjatanya. Setelah berkoordinasi dengan atasan, NK dipindahkan ke Mapolres Rembang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Kita alihkan NK dan senjata air soft gunnya menuju Mapolres Rembang. Ia cukup kooperatif dan tidak melakukan perlawanan. Sekarang kewenangan ada di Polres Rembang, untuk menangani, “ ujarnya.

Lihat juga artikel berikut