Breaking News

Polres Rembang Amankan 145 Botol Miras Dalam Operasi Pekat Yang digelar Berkelanjutan

Tribratanewsrembang.com/ Rembang – Menyambut masuknya bulan suci Ramadhan, jajaran kepolisian dari Polres Rembang Polda Jateng menggelar kegiatan kepolisian yang ditingkatkan dengan sasaran penyakit masyarakat (Pekat). Kegiatan kepolisian yang ditingkatkan dengan sasaran Pekat yang  oleh Sat Resnarkoba Polres Rembang dipimpin KBO Sat Resnarkoba Polres Rembang Ipda Saefudin bersama anggotanya  dan Polsek jajaran Polres Rembang  yang dilaksanakan pada hari Rabu 17 Mei 2017 pukul 08.00 s/d 19.00 wib.

Dalam kegiatan Patroli selektif prioritas Wilayah Lasem, Pancur, Kragan Rembang kota, Sarang, Gunem serta Sedan , di amankan Minuman keras/beralkohol dari pemilik Toko dan Warung kopi.

Adapun hasil  Rekapitulasi  hasil Ops Pekat  yang dilaksanakan secara berkelanjutan  :

TKP. : Pertokoan   : 6 ( enam ),warung kopi : 20 (dua puluh ).

Penjual miras   : Jumlah    : 19 ( sembilan belas )Orang.

BARANG BUKTI :

Jumlah Minuman keras berbagai merk yg diamankan  : 145( seratus empat puluh lima ) botol Moras. sebagai berikut :

  1. 82 ( delapan puluh dua )btl miras berbagai merk alkohol 14%.
  2. 33 ( tiga puluh tiga ) botol aqua Arak.
  3. 16 ( enam belas ) btl miras Whiskey , alkohol diatas 40%.
  4. 14 ( empat belas ) btl bir, alkohol 5%.
  5. 1/2 ( setengah ) galon aqua Miras Oplosan.

Kapolres Rembang AKBP Sugiarto, SH,SIK,Msi mengatakan Operasi seperti itu sebenarnya kerap dilakukan, namun memasuki bulan puasa, kegiatan itu kembali ditingkatkan.Kegiatan kepolisian ini  dilakukan guna menekan angka penyakit masyarakat, cipta kondisi ini dilakukan menjelang bulan suci Ramadan. Hal ini dilakukan agar bulan suci Ramadan tidak dikotori dengan perbuatan-perbuatan tercela.

Untuk itu, masyarakat dihimbau untuk bisa bekerjasama dengan kepolisian dalam menjalankan operasi Pekat ini. Masyarakat bisa memberikan informasi kepada pihak berwenang. Selanjutnya kepolisian akan menindak lanjuti sesuai peraturan dan hukum yang berlaku. Masyarakat diminta tidak melakukan tindakan sendiri dengan menswiping atau merazia tempat-tempat yang dianggap menjadi lokasi.

 

 

 

Lihat juga artikel berikut