Breaking News

Kapolres Rembang Hadiri Upacara Peringatan Hari Kartini ke-138 tahun 2017

Tribratanewsrembang.com/- Dalam rangka memperingati HUT Kartini Ke-138 Tahun 2017   Jum’at tanggal 21 April 2017 pukul 08.00 Wib bertempatkan di Alun-alun Kab. Rembang telah dilaksanakan Upacara Peringatan Hari Kartini ke-138 tahun 2017 bersama Menteri Sosial Republik Indonesia,  dengan tema Dengan Semangat Kartini Kita Tingkatkan Kualitas Keluarga Dalam Mewujudkan Generasi Yang Tangguh dan Beraklak Mulia

Hadir dalam upacara tersebut  Dra. Khofifah Indar Parawansa Menteri Sosial Republik Indonesia , Hartono Laras, Dirjen Pemberdayaan Sosial Kementerian Sosial RI, Hotman, Direktur Kepahlawanan, Keperintisan dan Restorasi Sosial Kemensos RI. Danrem 073 Makutaraman Kolonel Inf Joseph Robert Giri, S.Ip., M.Si, Bupati Rembang H. Abdul Hafidz, SE, Forkopimda Kab. Rembang , Muspida Kab. Rembang ,Jajaran SKPD Kab. Rembang , Tamu undangan dan peserta upacara dengan jumlah lebih kurang 700 orang peserta.

Sebagai inspektur upacara Ibu Menteri Sosial Republik Indonesia Dra. Khofifah Indar Parawansa ,Komandan Upacara Kapten CAJ (K) Hartatiah dan Perwira upacara AKP Sri Iriyanti, SH .

Susunan pasukan upacara 1 Ssk Kodim 0720 Rembang,1 Peleton Polri Polres Rembang,1 Peleton Dishubkominfo ,1 Peleton Satpol PP,1 Peleton Linmas,3 Peleton Kades ,2 Peleton Ormas Wanita,1 Peleton Mahasiswa STIE YPPI Rembang,1 Peleton siswa Sma Kartini Rembang,2 Peleton SMP

Dalam amanatnya Irup menyampaikan  Hari Kartini merupakan hari kebangkitan para kaum perempuan yang dipelopori oleh RA Kartini.  RA Kartini lahir di Mayong Kab. Jepara pada tanggal 21 April 1879 dari keluarga sangat terpelajar, pada tanggal 17 September 1904 beliau meninggal di Rembang dan keputusan presiden RI No. 108 tahun 1964 tanggal 02 Mei 1964 beliau dianugerahkan Pahlawan Nasional. Kartini tidak menuntut persamaan hak dalam segala bidang, hanya menuntut kaum perempuan diberi hak untuk mendapatkan pendidikan yang layak, memungkinkan kaum perempuan memiliki kesempatan yang lebih baik untuk mendapatkan akses diberbagai bidang dalam kehidupan dan lingkungannya.

Dalam salah satu suratnya Kartini menyebutkan pendidikan dan pengajaran bagi kaum perempuan  tidak dimaksudkan untuk bersaing dengan kaum laki-laki. Perempuan yang pandai diyakininya akan mampu mendidik anak dan generasi sesudahnya, sebab perempuan yang pandai akan bermanfaat untuk diri dan lingkungannya. Buku habis gelap terbitlah terang yang ditulis oleh Kartini kepada teman-temannya di negeri Belanda merupakan cerminan surat Al-Baqarah ayat 93 dan tekat untuk menjadi seorang muslimah yang baik.f. Kartini adalah pejuang emansipasi untuk diteladani masyarakat khususnya kaum wanita agar sejajar dengan kaum laki-laki untuk ikut ambil bagian dalam memajukan bangsa. Tema hari Kartini “Dengan Semangat Kartini Kita Tingkatkan Kualitas Keluarga Dalam Mewujudkan Generasi Yang Tangguh dan Beraklak Mulia” mengandung kesan pada kita untuk meningkatkan kualitas keluarga khususnya perempuan adalah salah satu langkah strategis untuk memajukan bangsa dan negara, untuk itu seluruh pemangku kepentingan hendaknya memberikan akses yang lebih baik kepada kaum perempuan. melalui hari Kartini kaum wanita menjadi Kartini Masa kini yang tangguh, memiliki wawasan kedepan, kepedulian terhadap sesama, mampu menjaga keluarga dan mencetak anak Indonesia menjadi anak-anak yang membanggakan.

Setelah upacara dilanjudkan dengan  Penyerahan SK Penetapan MPN RA. Kartini sebagai destinasi Kepahlawanan Nasional.. Bantuan Kaki Palsu,. Menyapa Penyandang Disabilitas,. Bertemu 10 Perempuan Penerima Penghargaan

1) ibu Hadijah dari DKI Jakarta untuk dedikasinya sebagai penggerak pendidikan dasar DKI Jakarta. Seorang anak perempaun berusia 67 th yg sangat peduli thd nasib anak putus sekolah dr keluarga yg tidak mampu.

2) ibu Farha Ciciek dari Jember Jatim sebagai aktifis kemanusiaan ledokombo. Lahir di ambon 26 juni 1963, pendidikan S2 di UGM. Memimpin komunitas Tanoker menghadapi persoalan putus sekolah, kekerasan pada anak, narkoba dll.

3) ibu Irma Husnul Hotimah dari tangerang selatan sebagai perintis sagon bakar crispi. Lahir di jakarta 28 april 1975. Berupaya untuk mengembangkan makanan tradisional dengan memberdayakan perempuan sekitarnya.

4) Novi Kurniasih dari semarang jateng, lahir di kendal 12 juli 1985. Perjuangannya menjadi pendamping advokasi bagi buruh migran yang menjadi korban penganiayaan, traviking, gaji tdk dibayar dll. Perjuangannya dibukukan dg judul “jerit pemuda menggapai cita – cita bangsa.

5) Hj. Rr. Ina wiyandini sebagai pelopor aneka ragam kue kering. 54 th. Berbagi ilmu pengetahuan kpd ibu ibu disekitarnya. Dan memperjuangkan para perempuan sekitarnya untuk dapat berkarya.

6) ibu karyati Vederubun, S. Pd dari kabupaten seram bagian timur prov maluku.  Yang setiap harinya menempuh perjalanan jauh dengan perahu untuk memberikan pendidikan bagi muridnya.

7) Saswati Ningrum dari rembang jateng sebagai inspirator pada usia 3th sakit parah dan tidakbisa berjalan normal. membentuk usaha bersama konveksi kaos bernama saas modis yang anggotanya adalah penyandang cacat.

8) Sugiyarsih dr sragen jateng sebagai aktibis perempuan. Pemimpin usaha kecil diwilayah prof jaeng.

9) Nurul Azizah Khoiriyah, S. KM dari rembang jateng. Ide kreatif mengolah susu kambing etawa.

10) Ririn Hajar Susilowati dari Sragen Jateng. Sebagai aktivis HIV Aids.

Setelah upacara selanjutnya Ibu Khofifah Indar Parawansa beserta rombongan akan melaksanakan peresmian makam RA. Kartini di Ds. Mantingan Kec. Bulu Kab. Rembang.

 

Lihat juga artikel berikut