Breaking News

Sat Lantas Polres Rembang Himbau Pengendara Hati – Hati Saat Melintasi Pantura Timur

Tribratanewsrembang.com/- Rembang – Belakangan, kasus kecelakaan lalu lintas di Jalur Pantura Rembang cenderung meningkat. Hal itu mempertegas Jalan Pantura masih sebagai jalur terngkorak, khususnya di Pantura timur Jateng. Sebagian besar kecelakaan melibatkan kendaraan besar, seperti truk dan bus. Korban paling parah kebanyakan adalah pengendara sepeda motor. (27/2)

Sepekan terakhir saja sedikitnya sudah terjadi tiga kali kasus kecelakaan dengan korban meninggal dunia. Total dari tiga insiden itu, empat orang meninggal dunia.

Dua orang meninggal dunia dalam kecelakaan di Jalan Pantura Desa Sumurtawang Kragan pada Selasa 21 Februari lalu. Korban bernama Diah Ayu Pratiwi (20) warga Desa Tlogomojo Kecamatan Rembang, yang sebelumnya sempat mengalami kritis.

Korban meninggal lainnya adalah Vera Aprilianti (20) warga Kelurahan Sidowayah Kecamatan Rembang. Keduanya meninggal dunia setelah terlibat kecelakaan dengan truk gandeng L 8541 UX dikemudikan oleh Moch Farkan (50) warga Tulangan Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

Selanjutnya, kecelakaan maut juga terjadi pada Jumat 23 Februari 2017 lalu di Sumbersari Kragan. Seorang guru yang membonceng muridnya mengendarai Yamaha Super Deluxe K 3721 BD, tertabrak Bus Jaya Utama Nopol L 7743 UV yang dikemudikan Budi Santoso (37), warga Desa Ngambeg Kecamatan Pucuk, Lamongan.

Guru bernama Daryanto itu akhirnya meninggal dunia. Sedangkan muridnya, Aliya kritis dan hingga kini belum jelas keadaannya lantaran dirawat di RSUD luar Rembang. Malam harinya, Bus Gunung Harta N 7177 UA dikemudikan Machmud (41) warga Cepokomulyo Kecamatan Kepanjen Malang menabrak sepeda motor di Leran Sluke.

Kali ini sasarannya adalah Honda Verza K 3690 LM yang dikendarai Arifin. Korban juga meninggal dunia di rumah sakit. Korban tak tertolong lantaran mengalami luka parah di beberapa bagian tubuhnya.

Kasatlantas Polres Rembang, AKP  M Rikha Zulkaranen, SH,SIK ,M Hum  mengatakan, penyebab dominan kasus kecelakaan di Rembang adalah ketidakhati-hatian pengendara. Pengendara yang dimaksud adalah sepeda motor, mini bus dan bus.

Oleh karena itu ia meminta kepada semua pengendara untuk lebih berhati-hati dan taat lalu-lintas saat berkendara, terutama di kawasan Pantura. Sebab, diakuinya kondisi Pantura Rembang memang cukup panjang dan masih ada beberapa yang berlubang dan gelap.

Kami sudah cukup sering mengumpulkan Perusahaan Otobus (PO) di Rembang untuk disosialisasi mengenai keselamatan pengendara. Kami juga minta kepada sopir mereka untuk lebih berhati-hati,” kata dia.

Untuk merespons insiden kecelakaan yang cukup sering, Satlantas berencana melakukan tes urine dan kesehatan kepada para sopir angkutan umum. Mereka
akan dites secara acak untuk memastikan layak mengemudikan kendaraan.

 

Lihat juga artikel berikut