Breaking News

Sat Lantas Polres Rembang Sosialisasikan : Perubahan tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di berbagai tempat pelayanan

Tribratanewsrembang.com/- REMBANG, Satlantas Polres Rembang makin intensif mensosialisasikan perubahan tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) untuk berbagai pos pelayanan. Pasalnya, perubahan yang dijelaskan dalam PP 60 tahun 2016 itu akan mulai berlaku pada 6 Januari 2017 mendatang.

Dalam peraturan itu disebutkan, rata-rata kenaikan kenaikan jenis PNBP mencapai lebih dari seratus persen. Penerbitan Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (STNK), untuk kendaraan roda dua dan tiga yang semula Rp 50 ribu naik menjadi Rp 100 ribu.

Untuk kendaraan roda empat lebih yang semua Rp 75 ribu, naik lebih dari seratus persen menjadi Rp 200 ribu. Begitu juga tarif penerbitan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB), juga naik. Untuk roda dua atau tiga, dari Rp 30 ribu menjadi Rp 60 ribu. Sedangkan roda empat atau lebih dari Rp 50 ribu menjadi Rp 100 ribu.

Kenaikan tarif juga terjadi untuk penerbitan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB). Kendaraan roda dua atau tiga, yang semula tarifnya Rp 80 ribu menjadi Rp 225 ribu. Sedangkan kendaraan roda empat atau lebih, naik dari Rp 100 ribu menjadi Rp 375 ribu.

Kapolres Rembang AKBP Sugiarto,SH,SIK, MSi melalui Kasat Lantas Polres Rembang AKP M Rikha Zulkarnain SH,SIK, MH menjelaskan, aturan tarif juga menjelaskan penerbitan Nomor Registrasi Kendaraan Bermotor (NRKB) pilihan. NRKB dengan jenis tidak ada huruf belakang dikenai tarif sebesar Rp 20 juta. Sedangkan ada huruf di belakang angka dikenai tariff Rp 15 juta.

“NRKB ada beberapa pilihan, mulai pilihan satu sampai empat. Tarifnya berbeda antara pilihan tersebut. Paling rendah Rp 5 juta, dan paling tinggi mencapai Rp 20 juta. Pada aturan lama PP No 50 tahun 2010, hal itu belum diatur,” jelas dia.

Lihat juga artikel berikut